WARTADESA. Salah satu pohon paling besar dan paling tua di Desa Dagan, yang usianya sudah ratusan tahun akhirnya tumbang, sekitar jam 00.45 dini hari (13/04), bertepatan dengan neptu Senin Wage 19 ruwah, pohon Jangkang yang juga merupakan 'Tunggul atau tengger' utama Makam Zombok itu rubuh melintang ke arah barat laut dan sempat menutupi jalan raya selama kurang lebih 4 jam.
Perlu diketahui, bahwa Pohon Jangkang atau yang lebih dikenal sebagai pohon Kepuh / kelumpang dengan nama latin Sterculia foetida adalah sejenis pohon kerabat jauh kapuk randu. Biasa tumbuh dengan ukuran besar dan tinggi menjulang, pohon ini kerap didapati di hutan-hutan pantai. Di Bali dan juga di Jawa, pohon yang lekas tumbuh ini banyak ditemukan di pemakaman.
Seperti halnya tanaman kamboja di bali, masyarakat jawa juga memiliki tradisi menanam pohon di pemakaman, salah satunya adalah pohon Jangkang yang dinisbatkan kepada mitos bahwa arwah manusia yang sudah mati membutuhkan tempat yang nyaman untuk bersinggah. itulah kenapa sebagian masyarakat menyebut pohon jangkang dengan pohon gendrewo, karena mitos masyarakat yang selalu dikaitkan dengan keberadaan pohon tersebut.
Jika saat ini pohon Jangkang yang ada di Desa Dagan sudah tumbuh dengan tinggi -/+ 30m dan kedalaman akar -/+3m, , dengan diamter batang -/+ 5m dan diameter tunggul -/+ 10m, lalu berapakah usia pohon tersebut ? Sepertinya tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut secara pasti, namun setidaknya salah satu temuan bukti dokumen paling tua berupa Kartograf buatan Belanda tahun 1866 menunjukan bahwa di komplek makam Desa Dagan sudah berdiri pohon besar dengan simbol (℘) tepat di lokasi yang saat ini disebut Makam Zombok dengan tanda (∪) seperti bulan sabit menghadap keatas yang berarti Inlandsch Graf atau pemakaman pribumi. Jika tahun 1866 saja sudah berdiri pohon besar, setidaknya sampai tahun 2020 ini usianya sudah bertambah 134 tahun.

Peta Desa Dagan dalam Kartograf Bureau tahun 1866; Sumber:Leiden University Archives
Robohnya pohon jangkang di komplek makam Zombok ternyata bukan satu-satunya yang terjadi dalam waktu dekat ini, setidaknya ada tiga kejadian pohon Jangkang Raksasa yang roboh sepanjang tahun 2020,
- Tanggal 02/01/2020, di komplek makam Somenggalan Kemusuk Argomulyo Sedayu Bantul, DIY.
- Tanggal 12/02/2020, di ruas jalan kelurahan Kranjingan, Kecamatan Sumbersari, Jember.
- Tanggal 16/2/2020, di Pura Kahyangan, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali
Dari ketiga kejadian tersebut, pohon Jangkang yang tumbang diakibatkan oleh Guyuran hujan deras dan angin kencang, faktor lainya diberitakan karena akar pohon yang sudah rapuh dimakan rayap.
"Semoga hanya sekedar rubuhnya pohon yang sudah tua, bukan pertanda yang macam macam
"Semoga sejarah desa Dagan bisa di bukukan dan bisa di buat rujukan sejarah.