DAGAN, Wartadesa-Puncak Peringatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) kabupaten Lamongan ke-XX di gelar di desa Dagan pada Kamis pagi hingga siang (27/7). BBGRM riharapkan tidak hanya sebagai formalitas, namun benar-benar terealisasi dalam kehidupan sehari-hari warga desa Dagan.
"Gotong royong jangan hanya dijadikan jargon. Tapi nilai-nilai ini harus dilaksanakan dan direalisasikan dalam kegiatan dan kehidupan. Saya berharap kegiatan ini bisa mendukung kabupaten Lamongan menjadi kabupaten yang makin megilan" Ungkap bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, MBA, dalam sambutan dan peresmian penutupan acara Puncak Perayaan BBGRM Ke-XX.
Banyak pameran dan pelayanan yang disediakan di halaman balai desa Dagan. Diantaranya, pameran seni, pelayanan umum gratis, seremonial BBGRM, dan pameran potensi desa dan UMKM. Pameran seni meliputi penampilan seni tradisional pelajar yang ditampilkan oleh pelajar SDN Dagan dan MI Mambaul Ulum Dagan. Seni lainnya yang ditampilkan adalah seni tongklek Pusaka Jagad & Marching Band Banser Nada Abhirama.
Pelayanan umum gratis yang dapat dinikmati warga yaitu pelayanan kependudukan, kesehatan, dan perijinan usaha UMKM. Hal ini tentu menjadi kesempatan langka bagi warga desa Dagan dan sekitarnya. Adanya pelayanan umum gratis dapat memberikan bantuan dan kemudahan bagi warga dalam pengobatan dan mengurus Akta Kelahiran, Akta Kematian, KK, KTP, dan urusan kependudukan lainnya. Selain itu, warga desa yang mempunyai atau sedang merintis usaha UMKM, dapat melakukan perijinan secara gratis.
Pada puncak perayaan BBGRM ke-XX, juga dilaksanakan pemberian hadiah/penghargaan kepada para juara Lomba. Seperti juara lomba BBGRM XX dan Juara pelaksana terbaik program PKK. Desa Dagan sendiri kembali meraih juara I lomba BBGRM 2023. Penyerahan penghargaan berupa uang pembinaan sebesar Rp. 1.500.000 langsung diserahkan oleh Bupati Lamongan kepada kepala desa Dagan, Bapak Warjidan.
Kegiatan BBGRM Ke-XX di desa Dagan mendapat antusias warga yang tinggi. Pengunjung tidak hanya datang dari warga desa Dagan, namun juga dari luar desa. Beberapa stan pelayanan juga ramai dipadati warga, untuk mengantri pelayanan.