You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Dagan
Desa Dagan

Kec. Solokuro, Kab. Lamongan, Provinsi Jawa Timur

Profil Desa -- selengkapnya...

Check Kesehatan Massal Dagan : Kolaborasi Mahasiswa KKN-BBK Unair dengan Polindes Dalam Aksi Nyata Menjaga Kesehatan Masyarakat Dagan

KKN UNAIR 30 Juli 2025 Dibaca 118 Kali
Check Kesehatan Massal Dagan : Kolaborasi Mahasiswa KKN-BBK Unair dengan Polindes Dalam Aksi Nyata Menjaga Kesehatan Masyarakat Dagan

Dagan, Lamongan (14/07/2025) – Dalam upaya menjaga kesehatan di kalangan dewasa, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) Universitas Airlangga  mengadakan kegiatan check kesehatan massal yang dilaksanakan di Balai Desa Dagan, kabupaten Lamongan pada tanggal 14 Juli 2025. Kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik karena adanya kolaborasi dengan pihak Polindes Desa Dagan.

Rangkaian program check kesehatan ini terbagi atas beberapa pos kesehatan, pos tinggi badan- berat badan, cek tekanan darah, cek diabetes dan asam urat, serta pos konsultasi. Kegiatan ini berfokus pada dua hal, yakni usaha kolaborasi nyata yang harmonis antara perangkat desa, polindes dan mahasiswa KKN dalam menyukseskan Indonesia Emas 2045 di sektor kesehatan spesifiknya pada upaya screening penyakit pada masyarakat serta upaya edukasi, literasi, serta pemahaman masyarakat di bidang kesehatan di pos konsultasi.

Kegiatan check kesehatan ini terbukti dapat menarik antusiasme warga secara signifikan. Menurut data dari Polindes (dimana di Desa Dagan juga merangkap sebagai posyandu balita dan Lansia) hanya sekitar 14 orang yang rutin dalam mengikuti check kesehatan. Puji tuhan, 67 orang telah mengikuti kegiatan check kesehatan kali ini, lompat hampir 500% daripada jumlah kader lansia posyandu.

Dari data yang terhimpun, masalah yang paling sering ditemukan adalah asam urat yang cukup tinggi, 17 dari 67 orang mengalami penyakit tersebut. Hal tersebut didukung dengan adanya  beberapa hal, mulai dari faktor konsumsi, seperti kacang-kacangan yang merupakan salah satu komoditas pertanian Desa Dagan dan konsumsi ikan laut yang tinggi karena faktor geografis Desa Degan yang memang bisa dibilang tidak jauh dari pesisir. Disusul dengan tingginya hasil pengecekan tekanan darah diatas normal sekitar 13 dari 67 orang. Hal tersebut tentu disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor pekerjaan dimana masyarakat Dagan memang berprofesi sebagai petani-peternak yang dituntut bekerja keras mengurus ladang dan minim tidur serta adanya budaya konsumsi minum kopi yang tinggi di masyarakat. Sepanjang pemeriksaaan kami juga menemukan beberapa penyakit lain seperti katarak dan tuberkulosis.

Dalam prosesnya, program ini merupakan implementasi daripada poin ke-3 SDGs yakni “good health and well being” Dimana dalam poin tersebut menekankan pentingnya kesehatan sebagai pondasi terbentuknya masyarakat yang terjamin hak kehidupannya yang sehat dan mendukung kesejahteraan bagi semua orang di segala usia.

Dalam proses cek kesehatan tersebut, sebagai bahan masukan kedepannya, penulis merasa perlu adanya sosialisasi mengenai adanya literasi kesehatan yang lebih intensif kepada masyarakat Dagan dalam upaya mengenalkan jenis-jenis penyakit yang umum di masyarakat dan bahayanya, sehhingga sekiranya di masa mendatang, angka-angka yang telah disebutkan penulis sebelumnya bisa direduksi, bahkan secara signifikan. Perlu adanya koordinasi lebih lanjut antara Dinas Kesehatan Kota Lamongan dengan perangkat desa dalam upaya sosialisasi, usaha screening penyakit itu sendiri serta upaya kuratif masalah tersebut.

Sebagai penutup,  antusiasme warga Dagan dalam mengikuti program tersebut tidak hanya menunjukkan bahwa masyarakat Dagan memiliki harapan untuk bisa hidup lebih sehat, namun memberikan kita secercah harapan, masukan yang membangun bagi semua pihak bahwasanya sektor kesehatan masih menjadi salah satu fokus dalam usaha membentuk masyarakat yang ideal, tidak hanya dari sudut pandang tingkat finansial, aspek kesediaan infrastruktur, namun juga pemenuhan kebutuhan dasar daripada tiap manusia tersebut, yaitu sehat jasmani dan rohani. Penulis percaya bahwa, rakyat, bukanlah statistik kosong yang hanya diukur dengan data, namun adalah subjek yang terikat pada kontrak sosial dengan upah yakni dipenuhinya kebutuhan-kebutuhan mereka, dan kesehatan, adalah salah satunya.

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image