DAGAN – Aroma bulan suci Ramadhan mulai terasa di Desa Dagan. Sebagai bentuk persiapan menyambut bulan mulia tersebut, Pemerintah Desa bersama ratusan warga menggelar tradisi turun-temurun bertajuk "Gugur Gunung Duduk Sendang", pada Jumat pagi (6/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di area Pemandian Desa dan kawasan ketahanan pangan ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah ritual budaya tahunan yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun, yakni menjelang bulan Ramadhan dan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tradisi ini memiliki filosofi mendalam, yakni membersihkan desa secara fisik—khususnya sumber air—sebagai simbol pembersihan diri (tazkiyatun nafs) sebelum memasuki bulan puasa.
Hadir memimpin kegiatan ini jajaran Pemerintah Desa Dagan, didukung penuh oleh 21 Ketua RT dan 4 Ketua RW. Sinergi ini menggerakkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari bapak-bapak, pemuda, hingga anak-anak untuk turun tangan membersihkan fasilitas publik.
Keceriaan Pesta Rakyat Suasana khidmat menyambut Ramadhan berpadu dengan kegembiraan pesta rakyat. Sebelum prosesi pengurasan sendang dimulai, panitia melepas puluhan kilogram ikan lele ke dalam kolam.
Sontak, area pemandian berubah menjadi arena "pesta tangkap lele". Anak-anak dan para pemuda dengan riang gembira berlomba menangkap ikan dengan tangan kosong. Gelak tawa warga pecah, menggambarkan sukacita menyambut tamu agung bernama Ramadhan.
"Kegiatan ini adalah wujud syukur dan kekompakan warga Dagan. Selain menjaga kebersihan aset desa berupa pemandian dan kolam ikan, ini momen kita saling memaafkan dan bergembira sebelum puasa," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Usai pesta lele, warga bahu-membahu melakukan pembersihan total (pengurasan) area sendang dan perapian kawasan ketahanan pangan. Dengan lingkungan yang bersih, diharapkan ibadah puasa warga Desa Dagan tahun ini dapat berjalan lebih khusyuk dan nyaman.