DAGAN — Pemerintah Desa Dagan bersinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lamongan sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Penanggulangan Hama Tikus pada 21 September lalu. Acara yang strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran Pemerintah Desa serta seluruh Ketua RT dan RW se-Desa Dagan, dengan harapan informasi yang didapat dapat segera dideseminasikan secara menyeluruh kepada warga, khususnya para petani.
Dalam sambutannya, perwakilan dari UPT Pertanian Kecamatan Solokuro menegaskan pentingnya alur pelaporan yang tepat jika petani menghadapi kendala di sawah. Disampaikan bahwa apabila warga memiliki permasalahan terkait pertanian, baik itu penyakit tanaman maupun serangan hama, warga diimbau untuk membawa bukti atau contoh fisik hama tersebut kepada Ketua Kelompok Tani masing-masing. Nantinya, Ketua Kelompok Tani yang akan meneruskan dan mengonsultasikan temuan tersebut secara resmi ke UPT Pertanian Kecamatan Solokuro yang berlokasi di Desa Bluri agar mendapat penanganan yang tepat dari petugas.
Fakta Mengerikan Hama Tikus dan Strategi Pengendaliannya
Memasuki sesi materi utama, Bapak Mastur AS, SP., MMA selaku Koordinator POPT Kabupaten Lamongan yang hadir sebagai pemateri, membongkar sejumlah fakta terkait perilaku tikus sawah yang selama ini sering merugikan petani.
Diketahui, alasan utama tikus sering merusak batang padi bukan semata-mata karena lapar, melainkan karena gigi seri mereka yang terus tumbuh hingga 5-7 cm. Jika tidak digunakan untuk mengerat (menggigit), gigi tersebut akan memanjang dan menyakiti tikus itu sendiri. Akibatnya, daya rusak hama ini sangat fatal. Dalam semalam, satu ekor tikus mampu merusak 80 hingga 103 batang padi. Bahkan, jika kehabisan sumber makanan, tikus sanggup bermigrasi sejauh 1 hingga 2 kilometer.
Untuk menghadapi ancaman tersebut, Dinas Pertanian memberikan "5 Kunci Sukses" strategi pengendalian tikus yang tidak bisa dilakukan secara individu, melainkan harus serempak dan bergotong royong dalam satu hamparan (area luas):
-
Sanitasi Lingkungan: Membersihkan semak belukar dan gulma yang kerap menjadi tempat persembunyian tikus.
-
Pengendalian Pra-Tanam: Melakukan antisipasi sejak fase persemaian dengan pemagaran plastik rapat (Sistem Bubu Perangkap / Trap Barrier System).
-
Pengemposan dan Gropyokan: Melakukan pembongkaran lubang aktif secara massal dan menggunakan asap belerang (pengemposan) agar tikus mati di dalam lubang.
-
Pemanfaatan Musuh Alami: Membangun pagupon atau Rumah Burung Hantu (Rubuha) di area persawahan, mengingat burung hantu adalah predator alami tikus yang paling efektif di malam hari.
Cara Tepat Menggunakan Racun Tikus
Selain pengendalian fisik dan biologi, pemateri juga menyoroti kebiasaan petani yang sering keliru dalam mengaplikasikan racun tikus. Agar umpan beracun efektif dan dimakan oleh tikus, berikut panduan penggunaannya:
-
Jangan Sentuh Langsung: Dilarang keras menyentuh racun dengan tangan telanjang. Keringat manusia yang menempel pada racun akan membuat tikus enggan mendekat. Gunakan sarung tangan atau plastik.
-
Perhatikan Jarak: Jangan meletakkan racun tepat di depan atau di dalam lubang tikus karena biasanya akan diabaikan. Sebarkan racun dengan jarak sekitar 50 cm hingga 1 meter dari lubang aktif.
-
Lindungi dari Tanah dan Matahari: Racun yang langsung terpapar panas dan menyentuh tanah akan cepat menguap. Gunakan media pelindung seperti kertas berwarna mencolok yang dilipat segitiga, atau campurkan ke dalam sisa selepan gabah karena karakter tikus sangat suka mengais-ngais (eker-eker). Petani juga bisa menambahkan sedikit aroma makanan untuk memancing tikus.
-
Lakukan Secara Bertahap: Pemasangan racun harus dipantau selama beberapa hari. Jika umpan racun sudah utuh dan tidak dimakan lagi oleh tikus, maka pengaplikasian bisa dihentikan sementara.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pencerahan bagi para petani di Desa Dagan agar lebih terpadu dalam menjaga ketahanan pangannya.
Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir dan ingin mempelajari materi secara lengkap, Pemerintah Desa Dagan telah menyediakan tautan unduhan file presentasi dari Dinas Pertanian. Materi tersebut dapat diunduh melalui tautan berikut: https://docs.google.com/presentation/d/1yrdOwkVfLOos61svlyIG06dxZw8U2cLr/edit?usp=sharing&ouid=100329939082239609249&rtpof=true&sd=true.
Mari bersama-sama wujudkan pertanian Desa Dagan yang maju, mandiri, dan bebas hama!